Lazismu Blora

Dua Kampung, Satu Harapan: Air Bersih di Tengah Kemarau Blora

Blora, 21 Agustus 2026 — Kekeringan akibat cuaca panas berkepanjangan masih menyebabkan keterbatasan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Blora. Merespons kondisi tersebut, MDMC Kabupaten Blora menyalurkan total 9.000 liter air bersih kepada sekitar 105 kepala keluarga (KK) di dua wilayah terdampak, yakni Dukuh Gempol, Desa Sumberagung, Kecamatan Banjarejo, dan Dukuh Grogolan, Desa Buloh, Kecamatan Kunduran.

Penyaluran pertama dilakukan pada Kamis (20/8/2026) di Dukuh Gempol, Desa Sumberagung, Kecamatan Banjarejo. Sebanyak 5.000 liter air bersih menggunakan satu tangki disalurkan kepada sekitar 45 KK. Distribusi berlangsung pada pukul 10.00–11.30 WIB untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air untuk minum, mandi, memasak, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Kegiatan di Dukuh Gempol melibatkan sejumlah unsur relawan dan lembaga. Sebanyak tiga personel Lazismu, dua personel Pemuda, dan dua personel LLHPB turut membantu proses penyaluran air bersih kepada masyarakat.

Penyaluran berikutnya dilaksanakan pada Jumat (21/8/2026) di Dukuh Grogolan, Desa Buloh, Kecamatan Kunduran. Sebanyak 8.000 liter air bersih melalui dua tangki, masing-masing berkapasitas 4.000 liter, didistribusikan kepada sekitar 60 KK. Kegiatan berlangsung pada pukul 15.00–17.00 WIB dan didukung oleh lima personel MDMC serta tiga personel NA.

Secara keseluruhan, dalam dua kegiatan tersebut MDMC Kabupaten Blora mendistribusikan 9.000 liter air bersih kepada sekitar 105 KK yang mengalami keterbatasan pasokan air akibat kekeringan.

Kondisi cuaca panas yang berlangsung berkepanjangan menyebabkan sejumlah sumber air mengalami penurunan ketersediaan. Situasi tersebut berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Warga mengalami kesulitan memperoleh air yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari, terutama minum, mandi, memasak, mencuci, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Dampak kekeringan juga dirasakan pada sektor pertanian. Tanah yang semakin kering membuat lahan menjadi kurang produktif dan aktivitas bercocok tanam tidak dapat berjalan secara optimal. Keterbatasan air untuk menjaga kebersihan juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.

Untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan baik, MDMC Kabupaten Blora melakukan koordinasi dalam menentukan lokasi dan waktu pendistribusian. Koordinasi juga dilakukan bersama BPBD dan PMI dalam pengaturan jadwal agar penyaluran air bersih dari berbagai pihak dapat berlangsung tertib dan tidak berbenturan.

Perwakilan MDMC Kabupaten Blora menyampaikan bahwa distribusi air bersih merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak kekeringan.

“Dalam kondisi kekeringan seperti ini, air bersih menjadi kebutuhan dasar yang sangat penting. Karena itu, kami berupaya hadir bersama relawan dan berbagai pihak untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Salah satu penerima manfaat menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima.

“Terima kasih kepada MDMC dan semua pihak yang telah membantu. Air bersih ini sangat berarti bagi kami dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Penyaluran air bersih di Dukuh Gempol dan Dukuh Grogolan menjadi bagian dari respons kemanusiaan MDMC Kabupaten Blora dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan. Kolaborasi antara MDMC, Lazismu, relawan, pemerintah, dan berbagai pihak diharapkan terus diperkuat agar kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi selama musim kemarau.