
Blora, 20 Agustus 2026 — Keterbatasan air bersih akibat cuaca panas berkepanjangan masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Blora. Merespons kondisi tersebut, MDMC Kabupaten Blora bersama berbagai pihak menyalurkan total 23.000 liter air bersih kepada sekitar 140 kepala keluarga (KK) di tiga wilayah, yakni Dukuh Suruhan, Desa Jeruk, Kecamatan Bogorejo; Dukuh Cowekan, Desa Buloh, Kecamatan Kunduran; serta Desa Mernung, Kecamatan Cepu.
Penyaluran bantuan dilakukan dalam tiga kegiatan. Di Dukuh Suruhan RT 01 dan RT 02, Desa Jeruk, Kecamatan Bogorejo, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan kepada sekitar 30 KK. Distribusi berlangsung pada pukul 10.00–11.30 WIB menggunakan satu tangki air berkapasitas 5.000 liter. Dalam kegiatan tersebut, tiga personel Lazismu turut terlibat membantu proses penyaluran.
Sementara itu, di Dukuh Cowekan, Desa Buloh, Kecamatan Kunduran, MDMC Kabupaten Blora menyalurkan 8.000 liter air bersih kepada sekitar 50 KK. Bantuan didistribusikan pada pukul 15.00–17.00 WIB menggunakan dua tangki dengan total kapasitas 8.000 liter. Sebanyak enam personel MDMC terlibat dalam proses distribusi di lapangan.
Bantuan juga disalurkan ke Desa Mernung, Kecamatan Cepu, dengan total 10.000 liter air bersih melalui dua tangki. Distribusi tersebut ditujukan kepada sekitar 60 KK yang mengalami keterbatasan pasokan air akibat kondisi kekeringan.
Secara keseluruhan, MDMC Kabupaten Blora menyalurkan 23.000 liter air bersih kepada sekitar 140 KK di tiga wilayah tersebut. Bantuan diperuntukkan bagi berbagai kebutuhan dasar masyarakat, seperti minum, memasak, mandi, mencuci, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Cuaca panas yang berlangsung berkepanjangan menyebabkan ketersediaan air di sejumlah sumber masyarakat semakin menurun. Kondisi tersebut membuat warga mengalami kesulitan memperoleh air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Kekeringan juga berdampak terhadap lingkungan dan sektor pertanian. Tanah yang semakin kering membuat lahan menjadi kurang produktif sehingga aktivitas bercocok tanam tidak dapat berlangsung secara optimal. Keterbatasan air turut menyulitkan masyarakat dalam menjaga kebersihan diri, rumah, dan lingkungan, serta memenuhi kebutuhan air bagi ternak.
Untuk memastikan penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran, MDMC Kabupaten Blora melakukan koordinasi dengan BPBD dan PMI dalam menentukan lokasi serta waktu distribusi. Koordinasi tersebut dilakukan agar jadwal penyaluran dari berbagai pihak dapat disesuaikan dan tidak saling berbenturan.
Perwakilan MDMC Kabupaten Blora menyampaikan bahwa distribusi air bersih merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan air akibat kekeringan.
“Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Karena itu, kami berupaya hadir dan membantu masyarakat melalui distribusi air bersih, sekaligus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penyaluran dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Salah satu warga penerima manfaat menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan.
“Terima kasih kepada MDMC dan seluruh pihak yang sudah membantu. Air bersih ini sangat bermanfaat bagi kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Penyaluran 23.000 liter air bersih kepada sekitar 140 KK di tiga wilayah Kabupaten Blora menjadi bagian dari respons kemanusiaan dalam menghadapi dampak kekeringan. Kolaborasi antara MDMC, Lazismu, pemerintah, relawan, dan berbagai pihak diharapkan terus diperkuat agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

