
Blora, 8 September 2026 — Persediaan air bersih yang semakin terbatas mendorong MDMC Kabupaten Blora untuk memperluas respons terhadap wilayah yang terdampak kekeringan. Pada Selasa (8/9/2026), tim Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) bersama Lazismu Blora menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada warga di Dukuh Kayen RT 01/RW 01 dan RT 03/RW 01, Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, yang mencakup sekitar 40 kepala keluarga (KK).
Penyaluran air berlangsung selama dua jam, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Dua tangki air bersih masing-masing berkapasitas 5.000 liter didatangkan untuk membantu warga yang menghadapi keterbatasan air akibat kemarau dan cuaca panas yang berlangsung dalam waktu panjang.
Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan air sehari-hari menjadi tantangan bagi masyarakat. Air bersih diperlukan tidak hanya untuk keperluan rumah tangga, tetapi juga untuk minum, mandi, memasak, serta memenuhi kebutuhan ternak yang menjadi bagian dari aktivitas keseharian warga.
Dampak kekeringan turut dirasakan pada lahan pertanian. Minimnya ketersediaan air menyebabkan tanah menjadi semakin kering sehingga lahan yang digunakan untuk bercocok tanam berisiko mengalami penurunan produktivitas. Kondisi lingkungan yang kering juga dapat memengaruhi kebersihan dan kesehatan masyarakat apabila kebutuhan air bersih tidak terpenuhi dengan baik.
Dalam penyaluran di Dukuh Kayen, sebanyak empat personel terlibat dalam proses distribusi, terdiri atas tiga personel LLHPB dan satu personel Lazismu. Tim membantu memastikan air dapat diterima oleh masyarakat sesuai dengan lokasi yang telah ditentukan.
Sebelum pendistribusian dilakukan, MDMC Kabupaten Blora berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Koordinasi tersebut mencakup penentuan lokasi dan waktu pengiriman air agar penyaluran dapat berjalan teratur serta menghindari benturan jadwal dengan distribusi bantuan di wilayah lain.
Tim LLHPB MDMC Kabupaten Blora menyampaikan bahwa pemenuhan air bersih menjadi salah satu prioritas dalam respons terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Keterbatasan air bersih membuat masyarakat harus menghadapi berbagai kebutuhan sekaligus. Karena itu, kami berupaya menghadirkan bantuan air ke wilayah yang membutuhkan dengan melakukan koordinasi terlebih dahulu agar penyalurannya tepat sasaran.”
Sementara itu, salah satu perwakilan penerima manfaat menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima warga Dukuh Kayen.
“Terima kasih kepada MDMC, Lazismu, dan semua pihak yang sudah membantu mengirimkan air. Bantuan ini sangat membantu warga karena air sangat dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari dan ternak.”
Pengiriman dua tangki air bersih ke Dukuh Kayen menjadi salah satu langkah MDMC Kabupaten Blora dalam menghadapi dampak kekeringan yang meluas di sejumlah wilayah. Sebanyak 10.000 liter air bersih disalurkan kepada sekitar 40 KK untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah terbatasnya sumber air.
Ketika kemarau membuat sumber air semakin sulit diandalkan, kepedulian menjadi sumber kekuatan lain bagi masyarakat. Air yang tiba di tengah kekeringan bukan hanya memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan terus bergerak menjangkau mereka yang membutuhkan. Salam tangguh, salam kemanusiaan.

