
Blora, 6 September 2026 — Kekeringan akibat cuaca panas berkepanjangan kembali dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Blora. Merespons kondisi tersebut, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Blora melalui tim Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) bersama Lazismu Blora menyalurkan bantuan 20.000 liter air bersih kepada sekitar 345 kepala keluarga (KK) di Desa Wonosemi, Kecamatan Blora, dan Desa Sarirejo, Kecamatan Bogorejo.
Penyaluran air bersih pertama berlangsung di Desa Wonosemi RT 03/RW 02, Kecamatan Blora, pada pukul 10.00–13.00 WIB. Sebanyak 10.000 liter air bersih atau dua tangki disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 260 KK yang mengalami keterbatasan air bersih.
Setelah penyaluran di Desa Wonosemi, tim melanjutkan pendistribusian menuju Desa Sarirejo, Kecamatan Bogorejo, pada pukul 13.00–14.00 WIB. Bantuan disalurkan di RT 07/RW 01 dan RT 05/RW 01 dengan jumlah yang sama, yaitu 10.000 liter air bersih atau dua tangki, yang diperuntukkan bagi sekitar 85 KK.
Secara keseluruhan, sebanyak 20.000 liter air bersih dari empat tangki disalurkan kepada sekitar 345 KK. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air untuk minum, mandi, memasak, serta kebutuhan rumah tangga lainnya.
Kondisi kekeringan di sejumlah wilayah tersebut dipicu oleh cuaca panas yang berlangsung dalam waktu cukup panjang. Keterbatasan sumber air membuat masyarakat harus menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dampak kekeringan juga dirasakan pada sektor pertanian karena kondisi tanah yang semakin kering menyebabkan lahan menjadi kurang produktif.
Dalam pelaksanaan program, MDMC Kabupaten Blora melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI). Koordinasi dilakukan untuk menentukan lokasi penerima bantuan sekaligus mengatur jadwal pendistribusian agar penyaluran air dapat berjalan tertib dan tidak berbenturan dengan distribusi bantuan di wilayah lainnya.
Tim LLHPB MDMC Kabupaten Blora menyampaikan bahwa penyaluran air bersih merupakan bagian dari respons kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Melalui program ini, kami berupaya membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan air sekaligus memastikan bantuan disalurkan kepada wilayah yang benar-benar membutuhkan.”
Salah satu penerima manfaat juga menyampaikan apresiasi atas bantuan air bersih yang diterima masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan air bersih ini. Air sangat kami butuhkan untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan ini sangat berarti bagi warga, terutama saat sumber air mulai sulit didapatkan.”
Penyaluran air bersih di Desa Wonosemi dan Desa Sarirejo menjadi bagian dari upaya MDMC Kabupaten Blora bersama Lazismu Blora dalam merespons dampak kekeringan yang masih dirasakan masyarakat. Sebanyak 20.000 liter air bersih telah disalurkan kepada sekitar 345 KK, menjadi bentuk nyata kepedulian dan gotong royong untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Di tengah tanah yang mengering dan sumber air yang semakin terbatas, setiap tangki air yang datang membawa lebih dari sekadar kebutuhan. Di dalamnya ada kepedulian, harapan, dan pesan bahwa masyarakat yang terdampak kekeringan tidak berjalan sendirian. Salam tangguh, salam kemanusiaan.

