Blora, 11 Agustus 2026 — Kekeringan akibat cuaca panas berkepanjangan membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Blora mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih. Merespons kondisi tersebut, sebanyak 6 tangki atau 30.000 liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat di tiga desa pada Selasa (11/8/2026). Penyaluran melibatkan PMI Blora, BBWS Bengawan Solo, dan MDMC Kabupaten Blora sebagai bagian dari upaya tanggap darurat menghadapi bencana kekeringan.
Distribusi air bersih tersebut menyasar tiga wilayah yang membutuhkan pasokan air. PMI Blora menyalurkan 2 tangki atau 10.000 liter air ke Desa Balongsari, Kecamatan Banjarejo. Sementara itu, BBWS Bengawan Solo mendistribusikan 2 tangki atau 10.000 liter air ke Desa Mernung, Kecamatan Cepu. Adapun MDMC Kabupaten Blora menyalurkan 2 tangki atau 10.000 liter air kepada masyarakat di Desa Kembang, Kecamatan Banjarejo.
Khusus di Desa Kembang, bantuan air bersih disalurkan kepada sekitar 50 keluarga di Dukuh Kembang dan Dukuh Cerebek. Penyaluran berlangsung pada pukul 10.30–12.00 WIB dan ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti minum, memasak, mandi, serta kebutuhan rumah tangga lainnya.
Kekeringan yang berlangsung akibat cuaca panas berkepanjangan tidak hanya berdampak pada ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memengaruhi aktivitas pertanian dan peternakan. Kondisi tanah yang mengering membuat produktivitas pertanian menurun, sementara keterbatasan air turut menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air untuk ternak dan rumah tangga.
Dalam pelaksanaan distribusi, MDMC Kabupaten Blora berkoordinasi dengan BPBD dan PMI untuk menentukan lokasi serta waktu penyaluran. Koordinasi dilakukan agar bantuan dapat berlangsung tertib, tepat sasaran, dan tidak berbenturan dengan jadwal distribusi dari pihak lain. Program tersebut juga melibatkan Tim LLHPB dengan mengerahkan dua personel di lapangan.
Perwakilan Tim LLHPB MDMC Kabupaten Blora menyampaikan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang mengalami kekurangan air.
“Koordinasi dengan berbagai pihak terus kami lakukan, terutama dalam menentukan lokasi dan waktu penyaluran agar bantuan dapat diterima masyarakat secara tertib dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Blora juga mencatat bahwa penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari respons tanggap darurat untuk menghadapi dampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Blora.
Kolaborasi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, relawan, dan para donatur menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan bantuan. Sinergi tersebut memungkinkan pasokan air bersih dapat disalurkan kepada masyarakat yang menghadapi keterbatasan sumber air.
Salah satu penerima manfaat menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima. “Terima kasih kepada MDMC dan semua pihak yang telah membantu. Air bersih ini sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan kami sehari-hari,” ujarnya.
Distribusi 30.000 liter air bersih di Desa Balongsari, Desa Mernung, dan Desa Kembang menjadi langkah nyata untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama kekeringan berlangsung. Melalui kepedulian, koordinasi, dan gotong royong berbagai pihak, akses masyarakat terhadap air bersih diharapkan tetap terjaga dan bantuan dapat terus menjangkau wilayah yang membutuhkan.

